Kamis, 11 Agustus 2016

JADI APAKAH YESUS TUHAN

Orang Katulik sering jengkel  ketika ditanyai dengan pertanyaan seperti itu berkali-kali dan tanpa bosan orang yang menyai seperti itu dan tanpa  juga menjawabnya seperti bagi kami itu misteri.

Ahmad Deedad ulama sohor yang banyak memiliki pengikut yang sepanjang hidupnya diabdikan untuk meruntuhkan iman Kristiani juga punya pertanyaan itu. Begitupun Zakir Naik ulama Islam asal India, yang lagi dipuja-puja juga punya pertanyaan yang sama. Apakah  Yesus  Tuhan ? Kapan  Yesus mengatakan ? Tunjukkan satu ayat saja  dalam bibel yang mengatakan Yesus  minta disembah, maka saya akan bersedia menjadi Kristen ? bukankah dalam 1 Yohanes  dikatakan, pada mulanya adalah firman  dan firman itu adalah Allah, bukankah itu kata-kata Yohanes sendiri ? terhadap pertanyaan yang bertubi-tubi itu  apakah jawaban kita.

Tentu kita mempunya jawaban-jawabannya dan biasanya jawaban-jawabannya seperti yang dikotbahkan para imam di gereja Yesus memang putra Allah, Dia adalah kepala gereja, Yesus adalah Allah yang menjelma. Atau jawaban yang sering kita lakukan Allah itu kan misteri karena misteri semakin diterangkan semakin tidak jelas.
Apakah jawaban seperti itu salah ? tentu saja tidak. Dan apakah pertanyaan –pertanyaan  Ahmad Deedad dan Zakir Naik benar ?  Deedad  boleh saja pertanyaan  pertanyaan itu  toh mereka tidak sedang bertanya tapi sedang berusaha meruntuhkan iman Kristiani.  Baik Deedad maupun Zakir naik  belum mengerti  bahwa gereja lebih dahulu terbentuk baru kemudian Kitab Suci ditulis. Dan baik Deedad maupun Zakir naik ceroboh dengan mengatakan kekristenan diciptakan Paulus.  Bayangkan saja para rasul sudah menyebarkan ajaran Yesus dan kemudian Paulus datang dan menulis beberapa surat dan mengatakan ini lho ajaran  Yesus yang benar. Tentu akan terjadi konflik diantara para rasul. Jadi yang lebih masuk akal bahwa Paulus meneruskan ajaran para rasul, dan ketika Paulus mendirikan gereja, yang ia ajarkan adalah ajaran para rasul yang diimani para rasul dan yang didengarkan oleh para rasul dari Yesus sendiri. Jadi logika macam apa yang mengatakan bahwa ajaran Kristen ajarannya Paulus bukan ajarannya Yesus.

Deedad hanya berusaha memutarbalikkan injil.  Deedad menyapakan kitab  Injil dengan   kitab sucinya.  Ayat yang ia kutip adalah ayat yang kontroversial dan dan terlepas dari konteksnya, sehingga ia seolah comot sana comot sini dari kitab Injil dan ditafsirkan dengan sesuka hati.  Padahal ajaran Kristen ( katolik ) tidak hanya  mendasarkan apa yang terdapat dalam kitab suci tapi juga ajaran bapa gereja yang diyakini berasala dari para rasul  ketika para rasul sudah tidak ada diteruskan para uskup. Jadi apa yang diajarkan para rasul  berasal dari Yesus sendiri.  Jadi pertanyaan Deedad terjawab sudah.

Yang kemudian penting bagi kita adalah bagaimana kita memaknai Yesus sebagai putra Allah ? kita bisa minta bantuan ilmu teologi, yang mungkin membuat  kita semakin bingung karna bertemu degan dogma-dogma seperti misalnya Yesus adalah juru selamat, Dialah kepala Gereja,Dialah pemimpin kita satu-satunya, Yesus sungguh Ilahi, Yesus adalah imam, nabi dan raja surgawi , Yesus adalah yang menjelma menjadi manusia.  Jawaban-jawaban seperti itu memang benar, tetapi karena begitu seringnya diulang-ulang dalam bentuk dogma,  umat jarang yang menghayatinya apalagi umat  tidak terbiasa dengan bacaan teologi. Lebih parah lagi ada umat yang meperlakukan Yesus sebagai dukun, yang berdoa saat kita butuh penyembuhan.


Kehadiran Yesus di dalam diri kita dirayakan dalam liturgi. Maka umat yang ikut berpartisipasi dalam berliturgi agar tidak kering harus bisa menangkap Yesus yang menyelamatkan. Yesus adalah  simbol kehadiran kerajaan Allah. Yesus adalah penanda dari hadirNya Allah dalam hidup kita. Dan agar kita memaknai  hadirnya kerajaan  dalam diri kita. Dan itu tak bisa kita lakukan jika kita tak mengenal siapakah sebenarnya  Yesus itu secara pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar