JADI APAKAH YESUS TUHAN
Orang Katulik sering jengkel ketika ditanyai dengan pertanyaan seperti itu
berkali-kali dan tanpa bosan orang yang menyai seperti itu dan tanpa juga menjawabnya seperti bagi kami itu
misteri.
Ahmad Deedad ulama sohor yang banyak memiliki
pengikut yang sepanjang hidupnya diabdikan untuk meruntuhkan iman Kristiani
juga punya pertanyaan itu. Begitupun Zakir Naik ulama Islam asal India, yang
lagi dipuja-puja juga punya pertanyaan yang sama. Apakah Yesus
Tuhan ? Kapan Yesus mengatakan ?
Tunjukkan satu ayat saja dalam bibel
yang mengatakan Yesus minta disembah,
maka saya akan bersedia menjadi Kristen ? bukankah dalam 1 Yohanes dikatakan, pada mulanya adalah firman dan firman itu adalah Allah, bukankah itu
kata-kata Yohanes sendiri ? terhadap pertanyaan yang bertubi-tubi itu apakah jawaban kita.
Tentu kita mempunya jawaban-jawabannya dan
biasanya jawaban-jawabannya seperti yang dikotbahkan para imam di gereja Yesus
memang putra Allah, Dia adalah kepala gereja, Yesus adalah Allah yang menjelma.
Atau jawaban yang sering kita lakukan Allah itu kan misteri karena misteri
semakin diterangkan semakin tidak jelas.
Apakah jawaban seperti itu salah ? tentu saja
tidak. Dan apakah pertanyaan –pertanyaan
Ahmad Deedad dan Zakir Naik benar ?
Deedad boleh saja pertanyaan pertanyaan itu toh mereka tidak sedang bertanya tapi sedang
berusaha meruntuhkan iman Kristiani. Baik Deedad maupun Zakir naik belum mengerti bahwa gereja lebih dahulu terbentuk baru
kemudian Kitab Suci ditulis. Dan baik Deedad maupun Zakir naik ceroboh dengan
mengatakan kekristenan diciptakan Paulus.
Bayangkan saja para rasul sudah menyebarkan ajaran Yesus dan kemudian
Paulus datang dan menulis beberapa surat dan mengatakan ini lho ajaran Yesus yang benar. Tentu akan terjadi konflik
diantara para rasul. Jadi yang lebih masuk akal bahwa Paulus meneruskan ajaran
para rasul, dan ketika Paulus mendirikan gereja, yang ia ajarkan adalah ajaran
para rasul yang diimani para rasul dan yang didengarkan oleh para rasul dari
Yesus sendiri. Jadi logika macam apa yang mengatakan bahwa ajaran Kristen
ajarannya Paulus bukan ajarannya Yesus.
Deedad hanya berusaha memutarbalikkan
injil. Deedad menyapakan kitab Injil dengan
kitab sucinya. Ayat yang ia kutip
adalah ayat yang kontroversial dan dan terlepas dari konteksnya, sehingga ia
seolah comot sana comot sini dari kitab Injil dan ditafsirkan dengan sesuka
hati. Padahal ajaran Kristen ( katolik )
tidak hanya mendasarkan apa yang
terdapat dalam kitab suci tapi juga ajaran bapa gereja yang diyakini berasala
dari para rasul ketika para rasul sudah
tidak ada diteruskan para uskup. Jadi apa yang diajarkan para rasul berasal dari Yesus sendiri. Jadi pertanyaan Deedad terjawab sudah.
Yang kemudian penting bagi kita adalah
bagaimana kita memaknai Yesus sebagai putra Allah ? kita bisa minta bantuan
ilmu teologi, yang mungkin membuat kita
semakin bingung karna bertemu degan dogma-dogma seperti misalnya Yesus adalah
juru selamat, Dialah kepala Gereja,Dialah pemimpin kita satu-satunya, Yesus sungguh
Ilahi, Yesus adalah imam, nabi dan raja surgawi , Yesus adalah yang menjelma
menjadi manusia. Jawaban-jawaban seperti
itu memang benar, tetapi karena begitu seringnya diulang-ulang dalam bentuk
dogma, umat jarang yang menghayatinya
apalagi umat tidak terbiasa dengan
bacaan teologi. Lebih parah lagi ada umat yang meperlakukan Yesus sebagai
dukun, yang berdoa saat kita butuh penyembuhan.
Kehadiran Yesus di dalam diri kita dirayakan
dalam liturgi. Maka umat yang ikut berpartisipasi dalam berliturgi agar tidak
kering harus bisa menangkap Yesus yang menyelamatkan. Yesus adalah simbol kehadiran kerajaan Allah. Yesus adalah
penanda dari hadirNya Allah dalam hidup kita. Dan agar kita memaknai hadirnya kerajaan dalam diri kita. Dan itu tak bisa kita lakukan
jika kita tak mengenal siapakah sebenarnya
Yesus itu secara pribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar