PERINTAH YESUS YANG "GANJIL"
Mungkin orang Katholik sudah lupa berapa kali
ia mengucapkan doa Bapa Kami. Tapi
banyak diantara orang yang mengucapkan doa Bapa Kami, terutama ketika
mengucapkan ampunilah kesalahan kami, begitu ringan mengucapkan tetapi ketika t
erbentur sungguhan orang yang berbuat sesuatu yang tak termaafkan olehnya
ia seperti lupa. Kalau mengampuni sekali saja susah, bagaimana
dengan perintah Yesus untuk mengampuni orang yang sama sebanyak tujuh puluh
kali tujuh alias tak terbatas.
Salah seorang yang tak mudah melakukan
pengampunan yang bersalah kepadanya adalah Corrie Ten Bom, sebagaimana ditulis oleh Pater Mark
Link, SY. Corrie adalah pembicara yang
sudah berbicara yang sudah berbicara
kepada banyak orang di banyak negara. Ia
sering berbicara ke seluruh penjuru Eropa
dengan teman pengampunan dan rekonsiliasi. Ujian terberat betapa
sulitnya memberi pengampunan adalah ketika sehabis ceramah ia dijumpai oleh
orang yang sangat dibencinya.
Ingatan kepahitan Corrie muncul lagi. Ia adalah
mantan penghuni kamp konsentrasi Nazi.
Corrie Ten Boom dan keluarganya dipersalahkan karena menyembunyikan orang-orang
Yahudi di Amsterdam. Kecuali dirinya, tidak ada keluarganya yang selamat.
Jadi masuk akal jika kebenciannya tidak
begitu saja hilang.
Kini, orang yang dibencinya ada
dihadapanya. Ia adalah penjaga penjara
ketika ia menjadi salah satu penghuninya. Ia pernah mengalami penganiayaan
hebat lewat tangannya. Kini ia ada
dihadapannya setelah mendengarkan ceramahnya, tentu saja ia berpendapat bahwa
Corrie akan bertindak sesuai yang ia omongkan.
Menghadapi orang yang pernah menyengsarakannya, Corrie terdiam, sulit ia melakukan sesuatu
sesuai yang ia omongkan dalam ceramah-ceramahnya. Bagaimana ia harus mengampuni
orang yang telah mengenyahkan nyawa keluarganya, dan membuat kehidupannya
begitu pahit.
Tetapi ia menuntut dirinya sendiri untuk
konsisten pada yang ia ajarkan. Ada bisikan halus, ayo Cori lakukan seperti apa
engkau omongkan. Akhirnya ia ingat
kata-kata Yesus, ia memohon kepadaNya karena ketidakmampuanNya untuk mengampuni orang itu. Dan tiba-tiba muncul kekuatan untuk menyapa
orang itu, ia akhirnya mampu mengampuninya secara tulus.
Banyak orang yang gagal melakukan yang Corrie
lalukan. Tetapi kalau kita mau mengikuti Yesus secara konsekwen kita akan
menyadari bahwa Yesus tidak hanya memberi perintah untuk mengampuni tetapi
juga memberi kita kemampuan untuk
menaati perintahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar