Senin, 15 Agustus 2016

PERINTAH  YESUS YANG  "GANJIL"

Mungkin orang Katholik sudah lupa berapa kali ia mengucapkan doa  Bapa Kami. Tapi banyak diantara orang yang mengucapkan doa Bapa Kami, terutama ketika mengucapkan ampunilah kesalahan kami, begitu ringan mengucapkan tetapi ketika t erbentur sungguhan orang yang berbuat sesuatu yang tak termaafkan olehnya ia  seperti lupa.  Kalau mengampuni sekali saja susah, bagaimana dengan perintah Yesus untuk mengampuni orang yang sama sebanyak tujuh puluh kali tujuh alias tak terbatas.

Salah seorang yang tak mudah melakukan pengampunan yang bersalah kepadanya adalah Corrie Ten  Bom, sebagaimana ditulis oleh Pater Mark Link, SY.  Corrie adalah pembicara yang sudah berbicara  yang sudah berbicara kepada  banyak orang di banyak negara. Ia sering berbicara ke seluruh penjuru Eropa  dengan teman pengampunan dan rekonsiliasi. Ujian terberat betapa sulitnya memberi pengampunan adalah ketika sehabis ceramah ia dijumpai oleh orang yang sangat dibencinya.

Ingatan kepahitan Corrie muncul lagi. Ia adalah mantan  penghuni kamp konsentrasi Nazi. Corrie Ten Boom dan keluarganya dipersalahkan karena menyembunyikan orang-orang Yahudi di Amsterdam. Kecuali dirinya, tidak ada keluarganya yang selamat. Jadi  masuk akal jika kebenciannya tidak begitu saja hilang.

Kini, orang yang dibencinya ada dihadapanya.  Ia adalah penjaga penjara ketika ia menjadi salah satu penghuninya. Ia pernah mengalami penganiayaan hebat lewat tangannya.  Kini ia ada dihadapannya setelah mendengarkan ceramahnya, tentu saja ia berpendapat bahwa Corrie akan bertindak sesuai yang ia omongkan.  Menghadapi orang yang pernah menyengsarakannya,  Corrie terdiam, sulit ia melakukan sesuatu sesuai yang ia omongkan dalam ceramah-ceramahnya. Bagaimana ia harus mengampuni orang yang telah mengenyahkan nyawa keluarganya, dan membuat kehidupannya begitu pahit.

Tetapi ia menuntut dirinya sendiri untuk konsisten pada yang ia ajarkan. Ada bisikan halus, ayo Cori lakukan seperti apa engkau omongkan.  Akhirnya ia ingat kata-kata Yesus, ia memohon kepadaNya karena ketidakmampuanNya  untuk mengampuni orang itu.  Dan tiba-tiba muncul kekuatan untuk menyapa orang itu, ia akhirnya mampu mengampuninya secara tulus.


Banyak orang yang gagal melakukan yang Corrie lalukan. Tetapi kalau kita mau mengikuti Yesus secara konsekwen kita akan menyadari bahwa Yesus tidak hanya memberi perintah untuk mengampuni tetapi juga  memberi kita kemampuan untuk menaati perintahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar