Senin, 29 Agustus 2016

Kesaksian Perjanjian Baru : NERAKA ITU SUNGGUH ADA .

Peranah di suatu negara orang ditabukan untuk berbicara tentang Neraka karena dianggap mengganggu mental dan membuat orang pesimis. Tetapi agama-agama meyakini bahwa neraka itu sungguh ada, terutama orang  Kristen dan orang  Islam. Tetapi sebetulnya Tuhan tak ingin manusia itu menghuni neraka. CS Lewis mengatakan  ketika orang menolak kehendak Allah ( dan inilah makna esensial  dari dosa  karena manusia menolak Tuhan, maka neraka adalah konsekewensi  sebagai akibat pilihannya sendiri. Ketika orang menolak kehendak Bapa, maka kehendaknyalah yang terlaksana. Jadi pilihan itu adalah pilihannya sendiri.

Lalu apa kata alkitab tentang neraka:

Dalam Mateus  13:40-42
Maka seperti ilalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir jaman. Anak manuisa akan  menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan  segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang melakukan kejahatan dari dalam kerajaanNya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertaka gigi.

Wahyu 20:14-15
“lalu maut dan kerajaan maut  itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah  kematian yang kedua, lautan api dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke lautan api ( wahyu 20:14-15)

pengertian Ketiga tentang neraka,   Yesus mencoba menerangkan dengan cara yang mudah diterima pendengarnya. Dalam perumpamaan Yesus sering memilih benda-benda  yang akrba dengan audiensnya.  Nah dalam Matius  5:22-19, Tuhan Yesus  menyebut tempat pembuangan sampah kota di  kota  Hinom, suatu tempat dimana apinya meyala siang dan malam. Ia menerangkan dalam kisah Lazarus  dan orang kaya, di situ diterangkan tentang suatu tempat  yang nyata dan penuh rasa haus, siksaan, penderitaan, api dan ingatan-ingatan buruk  yang menghantui seseorang karena keputusasaan ( Luk 16: 19-31).

Dari ayat itu sebetulnya  Neraka itu bukan sekedar perumpamaan  keadaan buruhk yang menimpa seseorang. Bahwa orang-orang berdosa pada hari penghakiman Tuhan akan sama-sama dibangkitkan, tetapi dengan nasib  berlainan. Kalaupun orang berkeberatan dengan adanya neraka yang digambarkan sebagai tempat dimana api yang menganga yang membakar manusia tetapi toh tetap ada penderitaan jasmani dan batin karena jauh dari Tuhan  yang menyebabkan mereka menderita akan rasa kesepian, keputusan –keputusan yang pernah dilakukan di dunia.

Lalu bagaimana dengan keberatan bahwa bagaimana Tuhan yang Maha Kasih  kok menciptakan neraka ? Tapi benarkah Tuhan menciptakan neraka kalau sejak semula adalah rencana Tuhan agar manusia selamat ?  Yang benar Tuhan tidak  pernah menginginkan seorang manusiapun masuk neraka. Tetapi di saat yang sama Tuhan menginginkan agar manusia memiliki kehendak yang bebas untuk mengambil keputusan untuk mengikuti Kehendak Tuhan atau mengikuti kehendanya sendiri;antara mencitai Tuhan atau menolak cinta Tuhan. Di dalam doa Bapa kami kita mengucapkan jadilah kehendakMu, tetapi lebih sering terjadi kita melakukan apa yang menjadi kehendakku.  Nah kalau sepanjang hidup kita memilih untuk mengambil keputusan untuk menolak Allah dan tidak menjalankan kehendakNya maka surga atau neraka adalah tergantung pada pilihan keputusan kita.

Abraham Lincoln mengatakan, “ Anda hanya dapat membodohi orang lain sekali saja, Tuhan memiliki catatan terperinci dan Ia dengan kesempurnaanya akan menghakimi kita.  Tetapi kalau Jokowi  saja punya  “tax amnesti” untuk para penghindar pajak, mosok sih Allah dengan kemahakasihNya tidak sudi mengampuni.  Persoalannya tetap sama, apakah kita mau memanfaatkan, hanya saja kalau tax amnesti punya dampak duniawi, tetapi penolakan pada Tuhan berakibat pada kehancuran total seluruh hidup manusia dan kehilangan rahmat Tuhan.


Untunglah Tuhan di dalam kelemahan kita, tetap mengulurkan pertolongan agar kita mau mengikuti kehendakNya. Persoalannya kita mau atau tidak, kita keras kepala atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar