Kesaksian Perjanjian Baru : NERAKA ITU SUNGGUH
ADA .
Peranah di suatu negara orang ditabukan untuk
berbicara tentang Neraka karena dianggap mengganggu mental dan membuat orang
pesimis. Tetapi agama-agama meyakini bahwa neraka itu sungguh ada, terutama orang Kristen dan orang Islam. Tetapi sebetulnya Tuhan tak ingin
manusia itu menghuni neraka. CS Lewis mengatakan ketika orang menolak kehendak Allah ( dan
inilah makna esensial dari dosa karena manusia menolak Tuhan, maka neraka
adalah konsekewensi sebagai akibat
pilihannya sendiri. Ketika orang menolak kehendak Bapa, maka kehendaknyalah
yang terlaksana. Jadi pilihan itu adalah pilihannya sendiri.
Lalu apa kata alkitab tentang neraka:
Dalam Mateus
13:40-42
Maka seperti ilalang itu dikumpulkan dan
dibakar dalam api, demikian juga pada akhir jaman. Anak manuisa akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan
mengumpulkan segala sesuatu yang
menyesatkan dan semua orang melakukan kejahatan dari dalam kerajaanNya.
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan
kertaka gigi.
Wahyu 20:14-15
“lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api.
Itulah kematian yang kedua, lautan api
dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan
itu, ia dilemparkan ke lautan api ( wahyu 20:14-15)
pengertian Ketiga tentang neraka, Yesus mencoba menerangkan dengan cara yang
mudah diterima pendengarnya. Dalam perumpamaan Yesus sering memilih
benda-benda yang akrba dengan
audiensnya. Nah dalam Matius 5:22-19, Tuhan Yesus menyebut tempat pembuangan sampah kota
di kota
Hinom, suatu tempat dimana apinya meyala siang dan malam. Ia menerangkan
dalam kisah Lazarus dan orang kaya, di
situ diterangkan tentang suatu tempat
yang nyata dan penuh rasa haus, siksaan, penderitaan, api dan
ingatan-ingatan buruk yang menghantui
seseorang karena keputusasaan ( Luk 16: 19-31).
Dari ayat itu sebetulnya Neraka itu bukan sekedar perumpamaan keadaan buruhk yang menimpa seseorang. Bahwa
orang-orang berdosa pada hari penghakiman Tuhan akan sama-sama dibangkitkan,
tetapi dengan nasib berlainan. Kalaupun
orang berkeberatan dengan adanya neraka yang digambarkan sebagai tempat dimana
api yang menganga yang membakar manusia tetapi toh tetap ada penderitaan
jasmani dan batin karena jauh dari Tuhan
yang menyebabkan mereka menderita akan rasa kesepian, keputusan –keputusan
yang pernah dilakukan di dunia.
Lalu bagaimana dengan keberatan bahwa bagaimana
Tuhan yang Maha Kasih kok menciptakan
neraka ? Tapi benarkah Tuhan menciptakan neraka kalau sejak semula adalah
rencana Tuhan agar manusia selamat ?
Yang benar Tuhan tidak pernah
menginginkan seorang manusiapun masuk neraka. Tetapi di saat yang sama Tuhan
menginginkan agar manusia memiliki kehendak yang bebas untuk mengambil
keputusan untuk mengikuti Kehendak Tuhan atau mengikuti kehendanya
sendiri;antara mencitai Tuhan atau menolak cinta Tuhan. Di dalam doa Bapa kami
kita mengucapkan jadilah kehendakMu, tetapi lebih sering terjadi kita melakukan
apa yang menjadi kehendakku. Nah kalau
sepanjang hidup kita memilih untuk mengambil keputusan untuk menolak Allah dan
tidak menjalankan kehendakNya maka surga atau neraka adalah tergantung pada
pilihan keputusan kita.
Abraham Lincoln mengatakan, “ Anda hanya dapat
membodohi orang lain sekali saja, Tuhan memiliki catatan terperinci dan Ia
dengan kesempurnaanya akan menghakimi kita.
Tetapi kalau Jokowi saja punya “tax amnesti” untuk para penghindar pajak,
mosok sih Allah dengan kemahakasihNya tidak sudi mengampuni. Persoalannya tetap sama, apakah kita mau
memanfaatkan, hanya saja kalau tax amnesti punya dampak duniawi, tetapi
penolakan pada Tuhan berakibat pada kehancuran total seluruh hidup manusia dan
kehilangan rahmat Tuhan.
Untunglah Tuhan di dalam kelemahan kita, tetap
mengulurkan pertolongan agar kita mau mengikuti kehendakNya. Persoalannya kita
mau atau tidak, kita keras kepala atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar