JANGAN JANGAN KITA LUPA BAHWA KITA INI MURID
YESUS
Ada keajekan logika kehacuran zaman Yesus dan zaman sekarang. Jaman Yesus diancam kehacuran karena
ketidaktaatan bangsa Israel kepada hukum Tuhan sehingga ada ancaman kehancuran. Pada zaman yesus orang-orang Yahudi meyakini
bahwa kiamat bakal datang, sementara manusia tidak berpegang pada hukum Tuhan dan ketidakadilan mereajelala,
penindasan oleh yang punya kuasa dan harta atas orang miskin menjadi
pemandangan umum, ada ibadah yang penuh kepura-puraan. Banyak nabi yang menyeru
dan bernubuat tentang kehancuran dunia. Inilah yang dimaksus dengan kehancuran
apokaliptik. Inilah yang jadi keprihatinan Yesus, orang dihadapkan soal hidup
dan mati.
Dunia modern juga mengalami persoalan yang
kurang lebih mirip. Kalau kita melihat jernih ajaran Yesus, kata pater albert
Nolan OP< yang pernah jadi privinsial para imam Dominikan, demikian taka Nolan, kita akan
melihat perspektif ajaran Yesus yang sangat relevan dengan dunia masa kini.
Jaman kita ditandai oleh situasi histori yang
mendesak untuk dicari jawabannya, yang juga menyangkut soal hidup dan mati
tidak sekedar lingkup pribadi, suku atau bangsa tapi juga seluruh manusia.
Menurut Pater Nolan jaman ini ditandai oleh ketakutan bahwa masalah-masalah ini tidak dapat
dipecahkan dan tidak seorang pun mampu menghentikan gerakan cepat penghancuran
total umat manusia.
Persoalan dunia yang kini sangat mengancam
adalah soal iklim. Pemanasan global ini
ditandai oleh meningkatnya karbon yang terlepas di udara kita, pencemaran air
dan udara. Penggunaan bahan-bahwan berbahaya semua itu mengancam kehidupan
manusia. Baik jaman Yesus dan jaman
modern adalah dunia diikat oleh
persoalan hidup dan mati yang oleh Rebem alves disebut sebagai sistem yang
menghancurkan.
Seorang penulis beberapa dasa warsa menyebut
dunia sekarang sebagai one dimensional man, atau manusia satu dimensi. Manusia jaman
sekarang digerakkan oleh hanya satu hal
yakni modal atau kapital internasional. Sistem ini sangat berkuasa untuk
menguasai individu dan individu sangat
terikat oleh sistem. Senjat pemusnah masal diciptakan yang konon untuk
menciptakan perdamaian tapi justru memusnahkan.
Lalu dalam situasi sseperti ini, apa yang
disumbangkan agama ? yang lebih spesifik lagi apa yang disumbangkan kekristenan
? sayangnya dalih-dalih agama dan akademis kuno sudah tercampakkan, mereka (
orang-orang yang tak percaya pada otoritas agama) menganggap tantangan dunia
semakin besar dan tidak ada tempat bagi agama atau agama kehilangan makna bagi banyak orang. Persis seperti itulah
dunia yang menjadi keprihatinan Yesus. Lalu kit membutuhkan gagasan-gagasan yang ditawarkan kepada dunia,
bukan sekedar mengulang pendapat para pemegang otoritas.
Menurut Nolan, bahwa keprihatinan Yesus
akan akhir dunia, yang menuruk ahli tafsir Perjanjian Baru merupakan persoalan, dan itu pula yang menjadi
perhatian umat manusia.
Kita tersentak bahwa Yesus sesungguhnya punya jaman ini. Pengenalan kita akan Yesus dari
nasaret memastikan bahwa ada yang relevan
dengan ajaran Yesus untuk jaman ini. Kalau kita sudah berliturgi,
berdevosi, beradorasi dan selalu
mengunjungi gereja setiap minggu untuk
mengikuti ekaristi kita sudah berada
di track yang benar tetapi untuk menjadi murid Yesus sejati
itu saja belum cukup. Atau jangan
–jangan kita lupa dengan ajaran Yesus, padahal Yesus dalam perjanjian Baru sangat aktual dengan persoalan jaman
ini. Berbahagialah karena kita guru yang ajarannya relevan untuk zaman ini. Persoalannya
apakan kita menjadi lupa bahwa kita ini
murid Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar