Kamis, 25 Agustus 2016

JANGAN JANGAN KITA LUPA BAHWA KITA INI MURID YESUS  
        
Ada keajekan logika kehacuran zaman  Yesus dan zaman sekarang.   Jaman Yesus diancam kehacuran karena ketidaktaatan bangsa  Israel kepada hukum  Tuhan sehingga ada ancaman kehancuran.  Pada zaman yesus orang-orang Yahudi meyakini bahwa kiamat bakal datang, sementara manusia tidak berpegang pada   hukum Tuhan dan ketidakadilan mereajelala, penindasan oleh yang punya kuasa dan harta atas orang miskin menjadi pemandangan umum, ada ibadah yang penuh kepura-puraan. Banyak nabi yang menyeru dan bernubuat tentang kehancuran dunia. Inilah yang dimaksus dengan kehancuran apokaliptik. Inilah yang jadi keprihatinan Yesus, orang dihadapkan soal hidup dan mati.

Dunia modern juga mengalami persoalan yang kurang lebih mirip. Kalau kita melihat jernih ajaran Yesus, kata pater albert Nolan OP< yang pernah jadi privinsial para imam   Dominikan, demikian taka Nolan, kita akan melihat perspektif  ajaran Yesus  yang sangat relevan dengan dunia masa kini.

Jaman kita ditandai oleh situasi histori yang mendesak untuk dicari jawabannya, yang juga menyangkut soal hidup dan mati tidak sekedar lingkup pribadi, suku atau bangsa tapi juga seluruh manusia. Menurut Pater Nolan jaman ini ditandai oleh ketakutan  bahwa masalah-masalah ini tidak dapat dipecahkan dan tidak seorang pun mampu menghentikan gerakan cepat penghancuran total umat manusia.

Persoalan dunia yang kini sangat mengancam adalah soal iklim.  Pemanasan global ini ditandai oleh meningkatnya karbon yang terlepas di udara kita, pencemaran air dan udara. Penggunaan bahan-bahwan berbahaya semua itu mengancam kehidupan manusia.  Baik jaman Yesus dan jaman modern adalah dunia diikat  oleh persoalan hidup dan mati yang oleh Rebem alves disebut sebagai sistem yang menghancurkan.

Seorang penulis beberapa dasa warsa menyebut dunia sekarang sebagai one dimensional man, atau manusia satu dimensi. Manusia jaman sekarang digerakkan oleh hanya satu hal  yakni modal atau kapital internasional. Sistem ini sangat berkuasa untuk menguasai individu dan individu sangat  terikat oleh sistem. Senjat pemusnah masal diciptakan yang konon untuk menciptakan perdamaian tapi justru memusnahkan.

Lalu dalam situasi sseperti ini, apa yang disumbangkan agama ? yang lebih spesifik lagi apa yang disumbangkan kekristenan ? sayangnya dalih-dalih agama dan akademis kuno sudah tercampakkan, mereka ( orang-orang yang tak percaya pada otoritas agama) menganggap tantangan dunia semakin besar dan tidak ada tempat bagi agama atau agama kehilangan makna  bagi banyak orang. Persis seperti itulah dunia yang menjadi keprihatinan Yesus. Lalu kit membutuhkan  gagasan-gagasan yang ditawarkan kepada dunia, bukan sekedar mengulang pendapat para pemegang otoritas.

Menurut Nolan, bahwa keprihatinan Yesus akan  akhir dunia, yang menuruk  ahli tafsir Perjanjian Baru  merupakan persoalan, dan itu pula yang menjadi perhatian umat manusia.

Kita tersentak bahwa  Yesus sesungguhnya punya  jaman ini. Pengenalan kita akan Yesus dari nasaret memastikan bahwa ada yang relevan  dengan ajaran Yesus untuk jaman ini. Kalau kita sudah berliturgi, berdevosi, beradorasi  dan selalu mengunjungi gereja setiap minggu untuk  mengikuti ekaristi kita sudah berada  di track yang benar tetapi untuk menjadi murid Yesus  sejati  itu saja belum cukup.  Atau jangan –jangan kita lupa dengan ajaran Yesus, padahal Yesus dalam perjanjian  Baru sangat aktual dengan persoalan jaman ini. Berbahagialah karena kita guru yang ajarannya relevan untuk zaman ini. Persoalannya apakan kita  menjadi lupa bahwa kita ini murid Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar